Saint Mary's Way
SAINT MARY'S WAY
By: Krisna
Smp Santa Maria
Waktu itu saya dan kelompok saya melakukan kunjungan ke Panti Werdha yang berada di Santo Yusup. Kami melakukan ini karena untuk memenuhi nilai Kokurikuler untuk kelas 9. Dan juga kami melakukan ini karena mengikuti kegiatan Saint Mary's way. Aku dan kelompok ku memilih untuk melakukan kunjungan ke panti dan bertemu dengan Oma-Oma yang ada di sana.
Sebelum kami pergi, beberapa hari sebelum kami melakukan kunjungan kami melakukan persiapan dan persiapan itu meliputi acara acara apa saja yang akan kita lakukan. Persiapan kami berjalan sangat lancar walau ada beberapa kendala ringan yang kami hadapi.
Kami melakukan persiapan di sekolah sambil di dampingi oleh guru-guru pengawas. Pertama, kami mencari apa saja games yang kita akan gunakan dan yang bisa di mainkan oleh oma-oma yang sudah tua, supaya tidak ada game yang lumayan berat untuk di mainkan oma-oma.
Setelah games-games telah di persiapkan, kami membuat run-down yang akan kami buat untuk acara itu. Kami memasukan rencana apa saja yang akan kami lakukan di sana dan mengatur jadwal-jadwal games yang akan di lakukan dan beberapa waktu kosong untuk istirahat.
Setelah persiapan kami selesai dan matang, pada hari Sabtu aku datang ke Gereja menunggu yang lain. Tapi aku datang sangat pagi dan aku harus menunggu dalam waktu yang sangat lama. Selagi menunggu, aku pergi ke indomaret yang ada di samping Rumah Sakit Santo Yusup dan aku membeli roti untuk sarapan ku di pagi hari karena aku lupa untuk sarapan di rumah.
Setelah kira kira 2 jam menunggu, ada beberapa kelompok ku yang sudah datang dan aku menghampiri mereka. Kami menunggu sampai sisanya datang. Tapi ada kendala dimana ada teman kami yang tidak bisa datang dan teman kami yang sudah datang melakukan kegiatan tersebut tanpa mereka.
Setelah teman kami datang, kami berkunjung kedalam Panti Werdha. Sebelum kami masuk kami di sambut oleh beberapa petugas yang sedang menjaga di depan lobby pintu masuk. Ada sedikit kendala lagi yang kami alami. Tapi kita masih bisa berkoordinasi dengan baik dan kita masih bisa melanjutkan acara dengan lancar.

Setelah permainan pertama selesai, oma-oma di berikan snack untuk istirahat sebentar, yaitu roti. Kami membantu membagikan roti-roti bersama sama sambil mengobrol bersama. Setelah membagikan roti tersebut kami duduk lagi dan mengobrol sebentar bersama oma-oma disana.
Acara selanjutnya, kami melanjutkan bermain game kembali ke masa lalu. Teman kami yang bertugas untuk permainan ini akan menanyakan oma-oma satu per satu tentang masa yang indah, bagaiman perasaan nya, berasal dari mana dan mengapa bisa masuk ke sini.
Aku merasa senang mendengar sejarah oma-oma yang ada di situ. Kami juga di beri nasihat oleh oma-oma tersebut.
Setelah games itu selesai, oma-oma di ajak untuk beristirahat lagi dengan memakan buah. Kami membantu membagikan buah buah tersebut kepada oma-oma di sana. Sambil oma-oma makan, kami bernyanyi lagu rohani bersama oma-oma dengan gembira. Aku menawarkan buah buah itu lagi kepada oma-oma sambil berkeliling ke tempat duduk mereka, ada beberapa yang ingin menambah buah dan aku memberika buah tersebut kepada oma itu.
Setelah istirahat selesai, kami melanjutkan kegiatan dengan bernyanyi bersama oma-oma yang ada di sana. Kami merasa bahagia bisa melihat oma-oma yang mungkin merasa kesepian sebelumnya menjadi senang dan bahagia karena kita ada di sini. Kami juga melihat penampilan oma yang bernyanyi bahasa mandarin. Oma itu bernyanyi dengan percaya diri. Jujur... Bahasa mandarin nya sangat lancar dan aku merasa senang melihatnya.
Tidak terasa waktu begitu cepat, kami sampai di puncak acara. Sedih, karena ini sudah waktunya acara penutupan. Kami bernyayi lagu rohani lagi dan melakukan acara penutupan dengan berdoa dan berpamitan.
Perasaan ku sedih, karena harus kembali pulang dan meninggalkan oma-oma tersebut. Tapi aku senang bisa di berikan nasihat-nasihat yang baik dari oma-oma sebelum acar nya selesai.
Dari sini aku belajar, memori seseorang itu masih ada dan tetap di dalam pikiran kita. Terutama kenangan masa kecil yang sangat bahagia dan mungkin kita sangat merindukan momen itu. dengan permainan tersebut yang telah kita laksanakan, memori yang mungkin oma-oma itu sedikit lupa, mereka bisa mengingat itu kembali dan mereka bisa merasakah rasa senang itu kembali.
*Kita tidak merindukan saat kita masih kecil, tapi kita merindukan rasa senang yang dulu kita punya dan sekarang tidak kita punya*
Itu lah apa yang Bunda Maria lakukan, melayani sesama dengan rendah hati, menjadi pelindung dan penghibur, menjadi rendah diri dan menyebarkan kasih sayang pada sesama.
See:
Pada pagi hari yang cerah, saya dan kelompok saya bersama pergi ke Panti Werdha. Disana tempatnya sejuk sekali dan sangat asri. Kami melihat sambutan senyuman hangat dari oma-oma yang ada di sana.
Kami awalnya sangat grogi untuk memulai acara nya, tetapi dengan sambutan hangat mereka, kita menjadi lebih percaya diri untuk memulai acara tersebut.
Peranku dalam acara itu, aku membantu membagikan snack snack kepada oma-oma di sana seperti roti dan buah buahan.
Judge:
Dalam acara Saint Mary's Way ini aku di ajarkan untuk menjadi anak yang penyabar dan rendah hati terhadap sesama. Saya juga merasa senang saat melayani oma-oma karena aku bisa merasakan menjadi pelayan yang baik pada oma-oma.
Saya juga di ajarkan untuk selalu setia terhadap iman ku, dengan kegiatan ini aku merasa aku sangat cinta pada iman ku sendiri dan aku merasa ini merupakan panggilanku sebagai murid kristus.
Aku merasa hal ini merupakan wujud kasih kepada Tuhan dan dan sesama.
“Hendaklah terangmu bersinar lebih awal dari orang lain, supaya mereka melihat perbuatan-perbuatanmu yang jujur dan memuliakan Bapamu yang di surga.” – Matius 5:16
Act:
Dengan ini aku ingin menjadi anak yang baik hati. Aku akan terus mencoba untuk menjadi anak yang rendah hati seperti yang Bunda Maria ajarkan untuk menjadi anak yang rendah hati dan menyebarkan rasa kasih sayang kepada sesama. Aku berjanji aku akan menjadi anak yang lebih baik dan menjadi anak yang penyayang terhadap sesama tanpa pilih pilih siapapun.



Comments
Post a Comment